Minggu, 04 Desember 2011

Teknik Meloloh Anakan Lovebird

Makanan handrearing Nutribird A 21 berbentuk bubuk yang dapat dicampur air bersih atau air matang. Campuran Nutribird dan air di sesuaikan dengan umur burung.

Cara pemberian bubur ke piyik dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Di sendokkan
Sisi sendok dibuat melengkung seukuran paruh bawah burung dewasa. Diperlukan beberapa sendok sesuai kebutuhan. Cara ini sangat mudah dan disarankan untuk pemula, agar dapat memperkecil risiko terlalu banyak pakan yang dilolohkan maupun tersedak. Peralatan juga dapat di disenfektan dengan mudah.

2. Suntikan
Gunakan alat suntik ukuran 1 – 50 cc tanpa jarum. Masukkan suntikan ke paruh dengan agak di tekan dan harus cepat, agar piyik dapat segera menelan sesuai dengan refleks alami. Untuk menjaga agar bubur masuk dengan efektif, suntikan dilakukan dengan cara masuk dari sisi kiri paruh dan segera bergeser ke kanan sewaktu memulai penekanan suntikan pada kerongkongan.
Penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan tersedak, namun beberapa jenis burung menunjukkan agresifitas saat disuapi terlalu lambat yang dapat menyebabkan tumpah.
Kebanyakan peternak menggunakan suntikan yang sama untuk beberapa hari. Dalam kasus ini, suntikan harus di cuci dan di disenfektan.
Karena metode ini mendorong refleks menelan alami, maka burung juga dapat lebih mudah makan saat sudah dapat makan sendiri.

3. Crop Tube (suntikan tembolok)
Dengan metode ini, makanan langsung dimasukkan ke tembolok dengan suntikan berleher panjang. Penggunaan metode ini juga disarankan masuk dari sisi kiri paruh dan segera bergeser ke kanan. Metode ini tidak disarankan untuk pemula karena dapat mengakibatkan tembolok luka.

Kapan kita harus melakukan Handrearing / Hand feeding?

* Pasangan yang buruk, dimana tidak berhasil menetaskan telur atau membesarkan/mengasuh anaknya
* Burung yang berharga, sehingga tidak mau mengambil risiko apabila dibesarkan melalui proses alami yang berisiko tinggi
* Multiple Breeding, yakni agar induk burung yang berkualitas menghasilkan lebih banyak telur pada saat ternak
* Anak burung yang terlalu banyak, beberapa spesies seperti kakatua mempunyai kecenderungan hanya mampu membesarkan 1 – 2 anak.
* Perbedaan umur. Anak burung yang kecil dapat tersisihkan, kalah oleh burung yang telah lebih dahulu (lebih tua)
* Untuk menjinakkan burung.

Pokok Perhatian dalam Handrearing / Hand Feeding
Piyik kesehatannya sangat rentan karena sistim kekebalan tubuhnya belum sempurna. Kadang piyik menderita masalah pencernaan yang buruk dan infeksi pencernaan.
Gejala yang umum terlihat adalah muntah, mabuk, kekurangan berat, pertumbuhan yang terhambat, lesu dan berhentinya cairan tembolok.

1.Suhu Makanan
Suhu makanan seharusnya ± 39° C
Gejala dari makanan yang terlalu panas bervariasi, mulai dari malas makan sampai tembolok yang “terbakar”.
Jika memberi makan beberapa piyik sekaligus, wadah makanan dihangatkan dengan cara direndam ke air hangat. Makanan yang terlalu dingin juga menyebabkan burung malas untuk makan. Priotitaskan pemberian makan terlebih dahulu pada piyik yang terkecil. Piyik yang lebih besar dapat mentoleransi perbedaaan suhu makanan.

2. Frekwensi pemberian makanan
Frekuensi pemberian makanan sangat tergantung dengan umur piyik, kekentalan makanan dan metode pemberian. Secara garis besar, piyik yang baru menetas membutuhkan makanan yang lebih encer sehingga perlu diberikan lebih sering.
Dalam minggu pertama, piyik diberi makan setiap dua jam sekali. Kemudian baru makanannya dibuat lebih kental dan jarak pemberian makan menjadi 4 – 5 jam.
Parameter yang paling penting untuk penentuan frekuensi pemberian makan adalah tembolok kosong. Prinsipnya tembolok harus kosong dulu sebelum di beri makan lagi.

Pemberian Nutribird A 21 memungkinkan untk tidak diberikan makanan pada malam hari, bahkan langsung pada malam pertama sejak menetas. Piyik dapat melewati 7 jam saat malam tanpa diberi makan dengan asumsi bahwa nutrisi pada makanan saat siang cukup tinggi dan temperatur serta kelembaban inkubator optimal. Jarak pemberian makanan yang cukup lama ini baik karena tembolok sudah dalam kondisi kosong.

3.Kualitas makanan
Setiap kali makan, jumlah makanan yang diberikan setara dengan 10 % berat piyik. Oleh karenanya, penting untuk menimbang piyik setiap hari.

4.Pemberian makan pertama kali
Agar sisa kuning telur (bawaan lahir) habis tercerna, jangan berikan makanan dalam 24 jam pertama setelah menetas. Boleh diberikan beberapa tetes air atau yoghurt secara berkala untuk mencegah dehidrasi, air atau yoghurt yang diberikan suhunya sekitar 39 ° C.

Setelah 24 jam, pemberian makanan pertama dapat dilakukan. Untuk pertama kali, makanan harus dalam kondisi sangat cair saat pemberian.

5.Penanganan
Pemberian makanan “Handrearing/ Hand Feed” memerlukan keterampilan. Pemula disarankan untuk berlatih dengan piyik biasa.

Agar hasil pemberian optimal, piyik dan peternak harus dalam posisi yang nyaman. Piyik yang dalam posisi tidak nyaman akan menolak makanan dan lebih banyak menumpahkan makanannya. Dengan menarik lehernya sedikit dan atau menekan pelan paruhnya, refleks alami piyik untuk meminta makan dapat dirangsang. Dengan cara ini kerongkongan akan tertutup sehingga tidak ada makanan yang dapat masuk sistem pernafasan.

Pencampuran dengan air harus merata, disarankan untuk mengocok makanan dengan kocokan (mixer). Gumpalan yang tidak larut akan menghalangi suntikan yang bila ditekan dan keluar akan menyebabkan tersedak.

Setelah makan, segala sisa makanan di paruh burung dan bulu burung harus dibersihkan dengan kain basah atau tissue. Sebelum mengambil piyik dari inkubator, selalu bersihkan tangan terlebih dahulu untuk mencegah penularan penyakit.

6.Peralatan
Semua peralatan Handrearing / Hand Feed (sendok, suntikan, tube, termometer, wadah, dll) harus selalu bersih dan steril. Lebih praktis jika menggunakan 2 set peralatan sehingga peralatan yang sudah dipakai setelah dicuci dapat dibiarkan mengering dengan disenfektan yang sesuai. Disenfektan yang dipakai adalah bebas fungi, virus dan bakteri. Sangat penting untuk membiarkan peralatan benar-benar kering setelah di-disenfektan.

7. Inkubator
Inkubator disarankan untuk terletak di ruang terpisah dari burung yang lebih besar. Suhu seharusnya 22° C untuk mencegah kedinginan saat pemberian makan.

Sangat disarankan untuk memeriksa ulang suhu dan kelembaban untuk menemukan kesalahan mesin pengukur. Inkubator disarankan agak gelap untuk menenangkan piyik (seperti sarang alami yang dilindungi induk). Kelembaban sekitar 60 – 70 %.

Pada inkubator yang terdapat perambatan panas harus dipastikan adanya ventilasi, kelembaban harus lebih tinggi untuk mencegah dehidrasi.

Pakailah inkubator terpisah untuk piyik dari induk yang berbeda. Piyik ditempatkan di wadah terpisah dalam inkubator. Letakkan tissue kertas sebagai alas untuk awalnya, berikutnya dapat digunakan serpihan kayu atau kain kasa.

Alas tidak boleh terlalu lembut agar piyik dapat berpijak mencengkram saat berdiri.

0 komentar:

Poskan Komentar